Manusia Sebagai Makhluk Social

Hubungan Social Media dengan Komunitas

Posted on

Nama : Hasna Afifah

NIM : 2005551019

Prodi/Fakultas/Universitas : Teknologi Informasi/Teknik/Udayana

Mata Kuliah : Aplikasi Sosial Media (A)

Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.

Hallo temen-temen semuanya, sebelumnya saya telah membahas materi tentang apa itu aplikasi sosial media beserta manfaatnya. Kalau kalian belum paham apa itu aplikasi sosial media, bisa kunjungi dulu artikel itu ya.

Langsung aja kita ke pembahasan. Sebelumnya apakah kalian mengetahui perbedaan manusia sebagai makhluk pribadi dan manusia sebagai makhluk sosial?

Keduanya tentu memiliki arti berbeda yakni langsung kita bahas saja.

Sebagai Makhluk Pribadi

Manusia Sebagai Makhkuk Pribadi

Manusia sebagai makhluk pribadi itu artinya setiap manusia mempunyai keunikannya masing-masing atau kehidupan pribadinya masing-masing.

Setiap manusia pasti memiliki jati dirinya masing-masing. Ada hal-hal (favorit) yang membuat ketertarikannya pada suatu hal, yang merupakan bentuk fisik pribadinya. Karena setiap orang mempunyai kesukaan dan ketidaksukaan yang berbeda.

Contohnya : Seperti saya sangat suka belajar desain grafis, setiap harinya saya bisa membuat 1-3 karya vector. Dalam mengerjakan karya tersebut, saya biasanya sambil makan snack dan minum, minuman dingin.

Contoh seperti itulah yang dimaksud sebagai bukti bahwa manusia merupakan makhluk pribadi. Ada hal-hal penting juga yang mungkin hanya dia dan tuhan saja yang tau. Setiap orang pasti mempunyai privasi atau kerahasiaannya masing-masing.

Sebagai Makhluk Social

Manusia Sebagai Makhluk Social

Sedangkan manusia sebagai makhluk sosial artinya kita sebagai manusia tidak bisa hidup sendiri, untuk melakukan suatu hal pasti kita membutuhkan bantuan orang lain untuk menolong kita dan memudahkan kita dalam menjalankan suatu kegiatan atau aktifitas.

Cthnya tidak ada manusia satupun yang mampu hidup sendiri tanpa adanya interaksi sama sekali dengan orang lain. Bahkan saat kita mengakses internet pun secara tidak langsung kita telah berinteraksi dengan orang lain , meskipun secara virtual atau dunia maya.

Apa boleh buat, karena semakin canggihnya teknologi, kita bukan hanya bisa bersosialisasi di dunia nyata saja namun juga bisa di dunia maya (online). Mengapa saat kita terkoneksi dengan internet atau saat kita membuka layanan aplikasi disebut sebagai interaksi sosial? Itu karena manusia-manusia yang lain juga menggunakan internet.

Itulah kehebatan dari teknologi, sangat berbeda dengan jaman dulu yang masih dominan bersosialisasi lewat dunia nyata (offline). Namun kelebihan dibalik kegiatan sosial lewat media online ini adalah, kita bisa dengan mudah menemukan komunitas atau sesuatu yang menjadi kesukaan kita terhadap suatu hal. Tinggal buka internet atau sosial media, lalu search komunitas yang ingin kita ikuti. Semudah itu caranya kita dapat bersosialisai secara online.

Pengertian Komunitas

Social Media
Social Media

Komunitas merupakan suatu kelompok yang terdiri dari beberapa orang, yang dibentuk berdasarkan sifat manusia sebagai makhluk sosial. Komunitas itu dibentuk karena mereka mempunyai kesamaan hobi, minat, tujuan, ataupun visi dan misi.

Hal ini dapat dibangun melalui Social Media, oleh kesamaan penggunaan aplikasi sosial media tertentu. Inilah yang dimaksud dari hubungan antara komunitas dan Social Media.

Artinya apa? Komunitas itu dibentuk karena adanya kesamaan-kesamaan antar manusia tersebut. Ada sosialisasi diantara mereka dan tentunya ada kaitannya dengan social media, ketika komunitas di ranah dunia fisik terbawa ke dunia internet, maupun sebaliknya.

Begitu pula dengan kita, tentunya kita pasti pernah memiliki atau mengikuti suatu komunitas. Baik didunia nyata (offline) maupun di media sosial (online). Baik itu dibidang IT maupun Non IT, contoh dari komunitas IT mungkin meliputi, Pecinta Linux, Komunitas Belajar WordPress, Coding, Belajar UI/UX dan lain sebagainya.

Sedangkan komunitas di bidang Non IT mungkin meliputi, komunitas pecinta alam, peduli sampah, komunitas pecinta motor classic dan masih banyak lagi.

Dibentuknya sebuah komunitas pasti ada tujuan tertentu yang dapat menguntungkan pihak satu dengan pihak lainnya. Contohnya jika kita ingin belajar coding, kita bergabung dalam komunitas Decoding Indonesia, maka melalui perantara komunitas itulah kita mendapatkan ilmu-ilmu dan pengalaman yang ingin kita dapatkan.

Langkah Membangun Komunitas

1. Menentukan komunitas apa yang akan dibangun. Jika kita memiliki kesukaan tentang musik klasik, mungkin kita bisa menjadikan itu sebagai ide untuk membangun sebuah wadah atau komunitas.

2. Berteman atau memperluas relasi dengan teman yang sehobi atau selaras. Carilah teman yang sehobi dan setujuan denganmu, lalu ajaklah ia untuk menjadi bagian dari team atau partner kamu.

3. Rutin membuat jadwal diskusi antar anggota baik secara online/offline. Membuat jadwal rutin diskusi juga berpengaruh terhadap tujuan dalam membangun komunitas. Dari diskusi-diskusi bersama teman itulah munculnya ide-ide atau rencana-rencana yang akan dikembangkan saat komunitas itu telah terbentuk.

4. Siapkan program komunitas yang akan dicapai. Itu bertujuan untuk memberikan target yang harus dicapai dalam komunitas dan buatlah program yang menarik agar orang tertarik.

5. Mendahulukan visi dan misi komunitas. Adanya program itu harus didasari pada visi dan misi dari sebuah komunitas. Supaya tidak melenceng dari tujuan utama.

6. Manfaatkan tagar, hashtag ( # ) untuk memperluas komunitas di jejaring sosial. Menggunakan fitur hastag juga dapat membantu memperluas komunitas anda kekuatan jejaringnya.

7. Aktif langsung di dalam komunitas, hargai mereka yang terlibat di dalamnya (aktif dan pasif). Baik dalam komunitas offline atau online pastinya sangat diharapkan keaktifan anggota untuk mencapai tujuan komunitas itu.

8. Undang kontributor atau donatur sponsor dari dalam/luar negeri, biasanya berupa brand/merek. Upaya ini dapat kamu lakukan untuk mempermudah dalam melakukan sebuah kegiatan. Artinya sponsor itu dapat mendukung kita baik berupa materil atau non materil. Dan dari sanalah terdapat hubungan simbiosis mutualisme (saling menguntungkan)

9. Libatkan langsung komunitas, di dalam kegiatan masyarakat dan publikasikan. Melibatkan komunitas dalam kegiatan masyarakat juga penting yaitu bertujuan untuk meningkatkan eksistensi dari komunitas itu sendiri dan membangun citra baik bagi masyarakat.

10. Memberi inspirasi atau semangat kepada anggota sekomunitas. Perlunya saling menyemangati dalam komunitas itu bertujuan untuk membangkitkan semangat mereka dan mengingatkan kembali tujuan awalnya bergabung dalam komunitas itu.

Hubungan Komunitas Offline dan Online

Komunitas dan kekuatan komunitasnya berdasarkan komunitas di dunia nyata dan komunitas dunia maya.

Kedua hal yang berbeda alokasi waktu dan tempat namun memiliki makna yang sama yaitu tentang komunitas. Dimana komunitas dunia nyata dan komunitas dunia saling keterkaitan.

Contohnya :

1. Hobi menjadi kekuatan besar suatu komunitas. Misalnya saya suka menggambar kemudian saya mempunyai teman dengan hobi yang sama, dan membuat sebuah komunitas belajar menggambar.

2. Kesukaan bisa menjadi bisnis. Misalnya saya suka mengkoleksi barang antik, dan karena banyak orang yang menyukai hal itu, maka terbentuklah komunitas pecinta barang antik.

3. Dari suatu masalah/ keresahan menjadi sebuah wadah untuk mendapat solusi dan menjadi kekuatan besar untuk memecahkan masalah itu.

Sekian dan terima kasih, mohon maaf apabila ada kesalahan kata maupun paparan materi yang telah saya jelaskan. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kita semua.

SUMBER REFERENSI

Pemaparan Materi Pertemuan Ketiga dari Dosen Pengampu I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T. via chat Telegram Grup

Powerpoint Materi 3 Aplikasi Sosial Media

Capture Kehadiran

Baca juga : Aplikasi Social Media Pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *