fitur aplikasi social media
fitur aplikasi social media

Fitur-fitur pada Social Media

Posted on

Nama : Hasna Afifah

NIM : 2005551019

Prodi/Fakultas/Universitas : Teknologi Informasi/Teknik/Udayana

Mata Kuliah : Aplikasi Sosial Media (A)

Dosen : I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T.

 

Sebelumnya saya telah membahas artikel tentang teknologi pada social media . Kalau belum membacanya silahkan kunjungi halaman tersebut untuk memperluas wawasanmu tentang teknologi pada social media.

Social Media, Fitur dan Bisnis mempunyai keterkaitan yang sangat penting. Dimana fitur itu terdapat dalam social media, jika suatu social media mempunyai fitur yang menarik, tentunya akan banyak pengguna yang menggunakannya.

Saat aplikasi itu sudah berkembang dan terkenal maka disitulah para pebisnis memanfaatkan untuk mengembangkan usahanya, terutama pada circle aplikasi tersebut.

Contohnya seperti tiktok, yang memiliki fitur share vidio dengan efek-efek lucu dan unik. Dimana hal itu banyak digunakan oleh pengguna atau sang creator. Sehingga dari konten-konten itu banyak pengguna lainnya yang tertarik dan mencari hiburan di aplikasi itu.

Lama-kelamaan aplikasi itu berkembang dan kini menjadi ranah penting bagi pebisnis untuk mempromosikan produk atau jasanya. Kurang lebih seperti itu contohnya, mari kita lanjut ke pembahasan fitur di social media.

Pengertian Fitur Social Media

Social media merupakan software sekaligus layanan, yang dituangkan dalam bentuk diskusi online, dengan mengedepankan partisipasi dari pengguna.

Fitur adalah fungsi atau kemampuan khusus yang ada pada sebuah alat. Fitur juga merupakan nilai lebih atau nilai unik, karena fitur merupakan pembeda antara aplikasi satu dengan aplikasi lainnya.

Apa akibatnya jika suatu aplikasi sosial media tidak dilengkapi dengan fitur ? Tujuan adanya fitur itu kan untuk menarik perhatian pengguna. Jadi kalau tidak ada daya tarik tersendiri dari aplikasi itu bagaimana?. Tentu pengguna tidak akan suka dan kurang nyaman dalam menggunakan aplikasi itu.

Kurang menarik tampaknya jika suatu aplikasi sosial media tidak dibekali dengan fitur. Fitur yang menarik dan juga berguna bagi penggunanya. Maka dari itu fitur pada sosial media dibuat dengan berdasarkan kebiasaan-kebiasaan pengguna dari suatu jenis aplikasi.

Setiap aplikasi dan layanan Social Media memiliki fitur yang menjadi ciri khas masing- masing. Hal ini menjadi salah satu nilai lebih atau nilai tambah terhadap ketatnya persaingan bisnis yang terjadi di dunia industri IT, khususnya Social Media

Maka dari itu banyak kompetitor software yang berlomba-lomba dalam menciptakan sebuah aplikasi yang memiliki fitur unik didalamnya. Fitur yang menarik sekaligus bermanfaat bagi si pengguna dan mampu memudahkan aktifitas onlinenya.

Pengembangan Fitur pada Social Media

Di dalam pengembangannya, Social Media memerlukan metodologi, layaknya sebuah penelitian maupun pengembangan software pada umumnya. Urutannya adalah rumusan masalah, desain solusi, implementasi, pengujian (pengembang, pengguna), dokumentasi, dan (opsional) balik lagi ke implementasi dan pengujian.

Pembuat aplikasi biasanya melakukan penambahan atau pembaruan. Hal itu dilakukan terhadap suatu fitur di aplikasi, agar mampu bersaing lebih baik dari kompetitor aplikasi yang serupa. Semakin bagus dan menarik fiturnya, pasti akan banyak pengguna yang penasaran dan mencoba menggunakan fitur tersebut.

Tetapi tidak semua social media menyediakan pengembang, dan proses pengembangan dari fitur dan layanan yang mereka sediakan untuk pengguna. Beberapa pengembang menempuh cara praktis yaitu seperti akuisisi atau membeli, lalu masukkan ke dalam sistem mereka dan brand mereka. Beberapa menggunakan cara khusus yaitu akuisisi lalu matikan layanan aplikasi itu. Mereka berfiki biarkan pasar yang menggunakan produk mereka.

Contoh Fitur Pada Social Media

Berikut adalah beberapa contoh perkembangan fitur pada aplikasi social media.

1.Shopee, yaitu aplikasi belanja online di Indonesia kini dibekali dengan fitur feed seperti instagram. Ada tampilan stories dan live streamingnya. Dimana fitur itu dapat digunakan oleh pengguna, jadi penjual dapat mempromosikan jualannya lewat stories. Dan pembeli dapat menikmati promosi itu di beranda shopee.

2. Instagram, dimana sekarang aplikasi ini dilengkapi dengan fitur efek-efek pada menu stories. Dimana pengguna dapat menggunakan efek itu untuk memperbagus foto atau video. Dan fitur terbarunya kini ada IGTV yaitu fitur yang digunakan untuk mengunggah video dalam durasi yang lebih lama.

3. WhatsApp, merupakan aplikasi pesan instan untuk smartphone. Dimana aplikasi ini dilengkapi dengan fitur telepon dan video call. Ada juga fitur pesan berbintang, yaitu berfungsi untuk menandai pesan penting bagi penggunanya.

4. Facebook, yaitu aplikasi yang hampir mirip dengan instagram, namun dilihat dari tahun berdirinya, facebook lah yang lebih dulu. Dan sudah banyak memperbarui dan menambah fitur-fitur didalamnya. Ada fitur terbaru dari facebook, diantaranya ada fitur marketplace untuk mempromosikan barang/ jasa, ada watch untuk menonton video. Dan masih banyak lagi fitur-fitur yang lainnya.

Kesimpulan dari Fitur pada Social Media

Untuk mengembangkan sebuah fitur, harus ada yang namanya riset pasar. Hal itu digunakan untuk melihat animo atau kebiasaan para pengguna. Kemudian secara teknis sebuah fitur akan dibuat, dengan mengikuti daur hidup perkembangan software tersebut.

Fitur dalam suatu aplikasi sosial media itu bisa saja ada yang sama, ada juga yang berbeda. Biasanya tergantung keperuntukan dari suatu aplikasi.

Contohnya ada aplikasi belanja online mungkin dilengkapi dengan fitur keranjang, kalau aplikasi social media untuk belajar, bisa dilengkapi dengan fitur kolom diskusi. Dan masih banyak lagi fitur-fitur pada aplikasi lainnya.

Dalam satu aplikasi sosial media, bukan hanya terdiri dari satu fitur saja tetapi bisa lebih.

Sosial media yang survive (bertahan), ia akan terus berkembang, memperbaiki atau memperbagus kinerja fiturnya.
Namun sebaliknya, jika suatu aplikasi sudah berhenti atau layanannya ditutup maka akan terasa sulit untuk membangunnya kembali. Contoh layanan yang sudah ditutup adalah seperti friendster, google plus, yahoo group, dan lain-lain.

Maka dari itu pentingnya melakukan riset atau survey kepada pengguna terhadap aplikasi. Agar mampu melihat apa saja yang dibutuhkan oleh pengguna. Dan pengguna tidak beralih ke aplikasi sejenisnya.

Sumber Referensi

Pemaparan Materi Pertemuan ke tujuh dari Dosen Pengampu I Putu Agus Eka Pratama, S.T., M.T. via modul di sistem oase.

Capture Kehadiran

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *